Dukung Sistem Belajar Fleksibel, UT Palembang Matangkan Kesiapan Puluhan Tutor Baru
Universitas Terbuka (UT) Palembang memperkuat kesiapan tenaga pengajarnya menjelang pelaksanaan tutorial semester ganjil 2026/2027 dengan menggelar Pelatihan Tutor Tahun 2026 di Aula UT Palembang.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 70 peserta, yang mayoritas merupakan tutor baru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan UT Palembang untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi serta membekali tutor dengan standar pelaksanaan tutorial pada sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair, A.M.M., saat dibincangi, Sabtu (19/9/2026).
Naim sapaannya mengatakan pelatihan tutor merupakan tahapan penting sebelum tutor menjalankan tugasnya mendampingi mahasiswa.
“Hari ini adalah kegiatan pelatihan tutor yang merupakan program tahunan UT Palembang. Seorang tutor wajib kita latih terlebih dahulu agar memiliki kesamaan persepsi bagaimana melaksanakan kegiatan tutorial sesuai dengan standar yang ada di Universitas Terbuka,” ujar Naim.
Menurutnya, tutorial merupakan salah satu layanan pembelajaran yang disediakan UT untuk membantu mahasiswa memantapkan hasil belajar. Karena itu, tutor memiliki peran penting dalam memastikan proses tutorial berjalan sesuai pedoman.
Ia menjelaskan, keberhasilan tutorial tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan tutor mengelola kelas dan membangun interaksi dengan mahasiswa.
Naim menyebut tutor harus mampu menyiapkan bahan ajar, presentasi, hadir secara disiplin serta mendorong mahasiswa agar lebih aktif dan bersemangat mengikuti proses pembelajaran.
“Tutor merupakan mitra penting dalam mendorong kesuksesan layanan tutorial. Tutor harus menyiapkan bahan ajar, PowerPoint, hadir disiplin, serta memicu dan memacu mahasiswa agar lebih semangat,” katanya.
Naim mengungkapkan, pada semester ini UT Palembang memiliki hampir 850 tutor yang akan melayani mahasiswa dalam sekitar 2.500 kelas mata kuliah.
Tutorial tersebut akan dilaksanakan di sekitar 50 lokasi tutorial dengan jumlah mahasiswa mencapai 48.019 orang.
Pelaksanaan tutorial dijadwalkan mulai pekan depan dengan total delapan kali pertemuan dan berlangsung hingga November 2026.
“Semester ini hampir 850 tutor yang ada di UT Palembang. Kita terbanyak se-Indonesia untuk kelas tutorial mata kuliah, hampir 2.500 kelas mata kuliah di semester ini, di 50 tempat lokasi tutorial, dengan total mahasiswa 48.019 mahasiswa,” jelasnya.
Naim menerangkan jika jumlah mahasiswa UT Palembang juga mengalami peningkatan signifikan, dimana jumlah mahasiswa yang sebelumnya sekitar 43.000 meningkat hingga 48.019 ribu mahasiswa.
Untuk semester ini, program studi yang menjadi pilihan terbanyak mahasiswa antara lain Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Hukum.
Ia menekankan pentingnya tutor menguasai bahan ajar utama yang digunakan UT. Tutor juga diminta memastikan materi yang digunakan merupakan edisi terbaru agar pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan.
“Bahan ajar pokok UT yang utama harus dipelajari dan dibaca. Dokumen wajib dikuasai dan bahan ajar yang dipegang harus sesuai dengan materi pokok terkini, jangan sampai menggunakan edisi lama,” tegasnya.
Selain mengikuti pelatihan, tutor yang direkrut juga harus memenuhi persyaratan akademik, antara lain memiliki pendidikan minimal magister (S2) dan linier dengan bidang keilmuannya.
Hampir 90 persen peserta pelatihan kali ini merupakan tutor baru. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat yang menjadi salah satu dokumen persyaratan untuk menjalankan tugas sebagai tutor.
Ketua Pelaksana Pelatihan Tutor, Redi Pirmansyah, S.H., M.H., mengatakan tutor di UT merupakan tenaga pengajar yang direkrut dari kalangan akademisi maupun praktisi untuk membantu proses pembelajaran mahasiswa.
“Tutor terdiri dari praktisi yang kita rekrut untuk membantu menjadi tenaga pengajar,” kata Redi.
Ia menjelaskan, pelatihan selama dua hari tersebut dirancang dalam dua tahapan. Hari pertama diisi dengan pembekalan mengenai sistem dan pelaksanaan pembelajaran di UT, sedangkan hari kedua peserta akan mengikuti simulasi mengajar.
“Peserta ada 70 orang dan mereka sangat antusias. Pelatihan ini diberikan kepada para tutor yang baru bergabung. Sebelum belajar mengajar, kita bekali dengan pengetahuan terkait kegiatan tutorial yang akan berlangsung,” ujarnya.
Materi yang diberikan mencakup mekanisme tutorial, strategi pembelajaran, sistem penilaian, sistem pelaporan, serta berbagai ketentuan yang harus dipahami tutor dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.
Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Palembang, Mustika Diana, S.I.Pust., M.A., mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk menciptakan tutor yang berkualitas sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh.
“Tujuannya menciptakan tutor yang berkualitas, meningkatkan kompetensi agar tutor dapat mengajar dan memahami pembelajaran jarak jauh atau sistem PJJ yang ada di Universitas Terbuka,” katanya.
Tutor juga dibekali pemahaman mengenai mengenai skema pembelajaran, strategi pembelajaran, sistem penilaian, sistem pelaporan, hingga rancangan aktualisasi dalam kegiatan tutorial.
Mustika mengatakan tutor baru menjadi prioritas dalam pelatihan karena mereka perlu memahami karakteristik pembelajaran di UT, termasuk aturan mengajar, jumlah pertemuan, materi yang harus disiapkan, serta mekanisme interaksi dengan mahasiswa.
“Yang diutamakan tutor baru agar memahami apa saja kompetensi PJJ, termasuk aturan-aturan dalam mengajar, berapa kali mereka mengajar, materi apa yang harus dimiliki, dan memahami tutorial,” jelasnya.
Mustika menambahkan, proses tutorial di UT tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi dari tutor kepada mahasiswa. Interaksi dua arah menjadi bagian penting dalam membangun pembelajaran yang efektif.
“Strategi pembelajaran dilakukan dua arah antara tutor dengan mahasiswa,” katanya.
Menurut Mustika, keberhasilan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran menjadi salah satu gambaran dari keberhasilan tutor dalam menjalankan proses pengajaran.
“Ketika mahasiswa mampu memahami materi dan menyelesaikan evaluasi pembelajaran dengan baik, hal tersebut menunjukkan proses pendampingan dan penyampaian materi di kelas berjalan secara efektif,” tutupnya.
Diketahui jika tutor Universitas Terbuka Palembang berasal dari berbagai daerah di Sumsel seperti kota Palembang, Banyuasin, Prabumulih, Lubuklinggau dan daerah lainnya.