Kuliah Sambil Kerja, Lulus Terbaik, Dapat Beasiswa dan Asuransi Rp100 Juta
Universitas Terbuka (UT) Palembang mewisuda 1.416 lulusan dari jenjang diploma hingga magister dalam Wisuda Daerah Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Grand Ballroom Hotel Santika Palembang, Rabu (14/10/2026).
Capaian ini mempertegas peran UT dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif terhadap transformasi digital, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Sumatera Selatan.
Dari total wisudawan dan wisudawati tersebut, sebanyak delapan orang merupakan lulusan Diploma III (DIII), tujuh orang Diploma IV (DIV), 1.393 orang sarjana (S1), dan delapan orang magister (S2).
Dalam hal ini, tiga lulusan terbaik, yakni Vergi Rizky Agustina, Nurhalisa Irawan, dan Nilawati, menerima apresiasi berupa bantuan biaya pendidikan dari Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) dengan total nilai Rp25 juta. Masing-masing lulusan terbaik juga memperoleh asuransi jiwa dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) senilai Rp100 juta.
Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abunaim, M.M., mengatakan gelar akademik yang diraih para lulusan merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi, ketekunan, dan kerja keras selama menempuh pendidikan. Namun, menurutnya, gelar tersebut juga membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Gelar tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi, ketekunan, serta kerja keras sekaligus amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jumlah mahasiswa aktif UT Palembang pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 48.018 orang. Jumlah tersebut menempatkan UT Palembang pada posisi ketiga terbesar di antara 40 UT daerah dan satu UT luar negeri, setelah UT Jakarta dan UT Bandung.
Menurut Naim, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Gubernur Sumsel beserta jajaran, yang turut memperkenalkan UT kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan berharap sinergi antara UT Palembang dengan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi dan mendorong pemerataan pembangunan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan wisuda, UT Palembang sebelumnya menggelar seminar akademik bertema Kecerdasan Buatan di Era Transformasi Digital: Peluang dan Tantangan bagi Masa Depan. Seminar tersebut menghadirkan pakar dari Universitas Sriwijaya (Unsri) dan diikuti secara hybrid oleh 1.416 lulusan.
Naim menjelaskan, seminar tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus sarana memperkuat wawasan lulusan agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan karakter yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pemahaman terhadap peluang dan tantangan kecerdasan buatan (AI) menjadi semakin penting di tengah transformasi digital. Para lulusan dituntut mampu berpikir kritis, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta meningkatkan kompetensi agar dapat menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Ia berharap para lulusan UT Palembang dapat mengambil peran dalam pemerataan pembangunan di Sumatera Selatan. Selain itu, para alumni diharapkan turut memperkenalkan UT kepada masyarakat sehingga perguruan tinggi tersebut semakin dikenal sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sekretaris Universitas Terbuka, Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com., menyampaikan bahwa wisuda merupakan momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan karena menjadi puncak perjuangan panjang mahasiswa bersama keluarga mereka.
Ia mengapresiasi para lulusan yang mampu menyelesaikan pendidikan di UT, yang menuntut kemandirian, motivasi diri, disiplin, dan kerja keras. Terlebih, sebagian mahasiswa UT telah bekerja dan berkeluarga sehingga harus membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, dan tanggung jawab pribadi.
“Atas nama pimpinan dan keluarga besar UT, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara-saudara sekalian. Semoga gelar akademik yang berhasil disandang dapat menjadi fondasi untuk menapaki karier di masa depan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UT telah memasuki usia ke-42 tahun pada 4 September 2026. Dengan pengalaman tersebut, UT terus berupaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui pengembangan ekosistem pembelajaran yang semakin berkualitas.
Menurutnya, sejak didirikan, UT mengemban mandat untuk memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia, memberikan kesempatan kepada mereka yang telah bekerja untuk memperoleh pendidikan tinggi berkualitas, serta membuka peluang bagi lulusan sekolah menengah atas yang belum tertampung di perguruan tinggi dengan sistem pembelajaran tatap muka.
"Saat ini, UT telah melayani lebih dari 800 ribu mahasiswa. Kurnia menambahkan, status UT sebagai perguruan tinggi berbadan hukum turut memperkuat tanggung jawab institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan," terangnya.
Untuk itu, UT terus menjaga mutu akademik, menjalankan proses akreditasi internasional, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Mahasiswa juga dibekali kompetensi baru agar mampu menjawab kebutuhan industri dan mendukung ketersediaan SDM unggul.
Kurnia mengapresiasi pencapaian UT Palembang yang dinilai berhasil menjangkau masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan, serta meluluskan lebih dari 1.400 mahasiswa dalam wisuda kali ini.
Ia berharap UT Palembang di bawah kepemimpinan Muhammad Tair Abunaim dapat terus memperluas jangkauan layanan, meningkatkan capaian mahasiswa, dan menjadi contoh bagi UT daerah lainnya.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia berharap gelar akademik yang diperoleh tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan daerah.
Menurutnya, UT memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat untuk mencetak SDM yang unggul dan mendukung percepatan pembangunan di Sumatera Selatan.
“Saya berpesan, jangan berhenti belajar. Gelar sarjana bukan pertanda proses belajar selesai, tetapi memasuki awal fase yang sesungguhnya, yaitu belajar dari pengalaman, masyarakat, lingkungan kerja, dan berbagai tantangan kehidupan,” pesannya.
Cik Ujang juga mengingatkan para lulusan agar menjadi generasi yang menjunjung tinggi integritas, etika, dan kepedulian sosial. Ia mendorong lulusan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Apresiasi turut disampaikan kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan moral maupun material hingga para mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, termasuk UT Palembang, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pendidikan tinggi dan kesempatan meningkatkan kualitas hidup.