Era Baru Ujian di UT Palembang: Tanpa Kertas, 100 Persen Online, Cukup Pakai Smartphone


Universitas Terbuka (UT) Palembang mendapat apresiasi dari UT Pusat setelah berhasil menerapkan pelaksanaan ujian secara 100 persen online.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya UT menghadirkan sistem ujian yang lebih fleksibel di tengah meningkatnya jumlah mahasiswa.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Ujian Online Berbasis Mobile (UOBM) yang digelar UT Palembang, Rabu (2/9/2026) di aula UT Palembang.

Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abunaim, mengatakan UT Pusat kini mengembangkan skema ujian dari Ujian Online Live Proctoring (UOLP) atau ujian online berbasis kelas menuju Ujian Online Berbasis Mobile (UOBM) yang menggunakan perangkat smartphone melalui aplikasi Sistem Ujian Online (SUO).

Menurutnya, inovasi tersebut memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian menggunakan perangkat Android maupun iOS sehingga tidak lagi bergantung pada komputer atau perangkat PC yang jumlahnya terbatas.

"Kita tahu mahasiswa UT itu bertambah. Dari pimpinan pusat, ujian dikembangkan berbasis online mobile karena selama ini ujian online proctoring sangat terbatas tempat. Sehingga UT berinovasi menggunakan HP,” ujar Muhammad Tair Abunaim yang akrab disapa Naim.

Ia menjelaskan, penggunaan smartphone memberikan pilihan perangkat yang lebih fleksibel bagi mahasiswa. Infrastruktur ujian juga menjadi lebih sederhana karena penyelenggara tidak perlu menyediakan komputer dalam jumlah besar di setiap lokasi.

“Kalau listrik mati misalnya, itu sangat terbantukan dengan ujian UOBM ini. Ke depan tidak ada lagi ujian tatap muka. Jadi ujian nanti berbasis UOLP dan UOBM sehingga dapat memudahkan mahasiswa,” katanya.

Naim mengatakan mahasiswa dapat menentukan skema ujian saat melakukan registrasi mata kuliah. Pilihan tersebut mencakup UOLP maupun UOBM sesuai skema yang tersedia.

Meski menggunakan sistem daring, mahasiswa yang memilih UOLP maupun UOBM tetap diwajibkan datang ke lokasi ujian yang telah ditentukan.

“Baik ujian melalui UOLP atau UOBM, meski berbasis online mahasiswa tetap harus datang ke lokasi yang sudah kita tentukan. Pelaksanaannya lebih fleksibel dan perangkat PC tidak perlu lagi kita siapkan semua karena mahasiswa dapat menggunakan smartphone. Kita siapkan kursi dan internet, mahasiswa bisa ujian,” jelasnya.

Pada semester ini, sekitar 60 persen lokasi ujian UOLP yang menggunakan PC, sedangkan sekitar 40 persen lokasi UOBM berbasis perangkat mobile.

Menurut Naim, sosialisasi menjadi penting agar mahasiswa memahami tata cara serta ketentuan ujian sebelum pelaksanaan.

Meski ujian dilakukan menggunakan smartphone pribadi, UT memastikan integritas pelaksanaan ujian tetap menjadi perhatian.

Senada dengan hal itu, Kepala Subdirektorat Inovasi, Produk dan Layanan Digital UT, Deni Rudiana Aprizal, S.Kom., menjelaskan aplikasi ujian dilengkapi sistem pengawasan dan fitur yang dapat mendeteksi indikasi pelanggaran selama ujian.

“Kalau ada percobaan kecurangan seperti membuka WhatsApp atau browser, aplikasi akan berbunyi,” jelas Deni.

Ia menerangkan, UT saat ini memiliki empat skema ujian, yakni Ujian Tatap Muka (UTM), UOLP, UOBM, dan Ujian Automated Online Proctoring (UAOP).

Pada UTM, mahasiswa mengerjakan soal secara langsung di lokasi menggunakan kertas atau lembar jawaban sesuai jadwal.

Sementara UOLP dilaksanakan secara daring di ruang kelas atau laboratorium dengan pengawasan langsung. Adapun UOBM menggunakan perangkat pribadi berbasis Android atau iOS melalui aplikasi SUO. Sistem melakukan verifikasi identitas menggunakan kamera serta mengatur waktu dan pelaksanaan ujian secara digital.

Sedangkan UAOP memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari lokasi mana pun sesuai jadwal. Skema ini menggunakan laptop atau komputer sebagai perangkat utama dan telepon seluler sebagai perangkat pengawas. Pelaksanaannya menggunakan aplikasi Safe Exam Browser (SEB) dan pengawasan berbasis kecerdasan buatan melalui kamera serta mikrofon.

Deni mengatakan keberanian UT Palembang menerapkan pelaksanaan ujian secara penuh melalui sistem online mendapat apresiasi dari UT Pusat.

“UT Palembang yang ekstrem sudah berani menerapkan pure online dan mendapat apresiasi dari UT Pusat. Daerah lain seperti Jakarta, Bandung dan Bogor belum berani melaksanakan sepenuhnya,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian UT Palembang, Wisnu Firdiansah Haris, S.Pd., M.M., mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) yang dijadwalkan berlangsung pada November hingga Desember 2026 selama dua pekan.

Pelaksanaan ujian nantinya berlangsung selama sekitar dua pekan. Kegiatan sosialisasi diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri atas pengelola Sentra Layanan UT (SALUT) serta unsur terkait lainnya.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi dan kemampuan dari SALUT, baik pengelola eksternal maupun internal,” kata Wisnu.

Wisnu mengatakan jumlah lokasi ujian online di wilayah UT Palembang juga mengalami penyesuaian. Dari sebelumnya sekitar 86 lokasi, kini terdapat sekitar 50 lokasi, sementara proporsi pelaksanaan ujian berbasis online justru meningkat.

“Kita ingin memperlihatkan ujian fleksibel tanpa keterbatasan jarak dan waktu,” ujarnya.

Untuk mengikuti UOBM, mahasiswa perlu menyiapkan smartphone atau tablet dengan RAM minimal 4 GB, sistem operasi Android minimal versi 10 atau iOS minimal versi 15. 

Perangkat juga harus terhubung dengan jaringan internet stabil dengan kecepatan minimal 2 Mbps serta memiliki kuota data sedikitnya 500 MB untuk setiap mata kuliah.

Mahasiswa juga diminta memastikan kondisi perangkat, termasuk kapasitas baterai, sebelum mengikuti ujian. Aplikasi Sistem Ujian Online dapat diunduh melalui Google Play Store bagi pengguna Android atau App Store bagi pengguna iOS.

Pihaknya berharap sosialisasi tersebut dapat membantu mahasiswa maupun pengelola SALUT memahami mekanisme UOBM sehingga pelaksanaan ujian mendatang dapat berlangsung lancar dan tetap menjaga integritas akademik.

Share Artikel ini :