Kegiatan Seminar dengan judul "Eksistensi Peran, Tantangan, serta Peluang Perempuan untuk Memberikan Manfaat untuk Ranah Publik".




dok. Mahasiswa Akuntansi Keuangan Publik-Universitas Terbuka (UT) Palembang di Aula UT Palembang

Setiap 8 Maret, seluruh dunia, terutama perempuan yang bergerak dan tercerahkan secara sosial dalam ruang publik akan memperingatinya sebagai hari bersejarah bagi perempuan. Segala penjuru dunia, lintas Negara, lintas generasi, tak terkecuali di Indonesia hampir tidak ada yang menolak kehadiran hari tersebut. Hari itu adalah hari perenungan dan solidaritas perempuan yang terus berjuang menghadapi otoritas agama dan monopoli kekuasaan yang sering membenturkan kepentingan laki-laki dan perempuan. Kisah sedih dan kabar gembira perempuan sepanjang sejarah dirayakan di sini, bersamaan dengan tuntutan ke segela penjuru tahta kekuasaan yang didominasi oleh chauvanisme laki-laki.


Maka dari itu, tepatnya di hari Kamis, 14 Maret 2024, Kemahasiswaan Universitas Terbuka Palembang merayakan hari tersebut dengan kegiatan seminar  berjudul "Eksistensi Peran, Tantangan, serta Peluang Perempuan untuk Memberikan Manfaat di Ranah Publik" yang menghadirkan kurang lebih 50 peserta mahasiswa. 


Kegiatan ini dihadiri oleh direktur Universitas Terbuka Palembang, Ibu Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si, yang memberikan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan seminar. Beliau mengatakan, "Peran Perempuan memang sangatlah penting dalam kehidupan. Entah itu dalam keluarga, lingkungan sekitar atau bahkan di ranah publik." 


Kegiatan ini juga dihadiri oleh dua narasumber, yaitu Ibu Fitriana, S.Sos., M.si selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Selatan serta Ibu Dr. Mani Festati Broto, M.Ed selaku salah satu Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Terbuka. Keduanya menyampaikan materi yang sangat menarik dan inspiratif untuk kalangan perempuan. 


"Peran perempuan biasa disebut dengan "Panca Darma Perempuan", yaitu; 1) Pendamping suami, 2) Pengelola keluarga, 3) Penerus keturunan & Pendidik anak, 4) Pencari nafkah tambahan, 5) Warga masyarakat," ujar Ibu Fitriana ketika menyampaikan materinya. 


Beliau juga menjelaskan bahwa terdapat dua tantangan yang menghalangi peran perempuan di ranah publik, yaitu:

1). Berasal dari diri sendiri. Yang mana berkaitan khususnya dengan keluarga. 

2). Ilmu & Teknologi. Perempuan yang berperan ganda harus memiliki skill dan pengetahuan lebih tentang teknologi. 


Tak hanya itu, Ibu Mani juga menyampaikan materi yang sangat menarik. Terkait dengan kekerasan seksual yang sering terjadi pada kaum perempuan, beliau mengatakan, "Banyak sekali kekerasan seksual yang terjadi sekarang ini, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kekerasan yang terjadi banyak juga sebab kesalahan dalam pemakaian sosial media. Maka dari itu waspada terhadap apa pu itu sangat penting." 


"Akibat yang paling parah dirasakan karena kekerasan seksual adalah trauma yang berkepanjangan dan sulit dihilangkan. Untuk mengatasi masalah kekerasan seksual harus berani melaporkan, peduli terhadap sesama dan berani berbicara." Beliau melanjutkan. 


Rangkaian kegiatan berlanjut pada sesi tanya jawab, kemudian mini games dan pembagian reward bagi peserta yang bertanya dan pemenang sampai akhirnya kegiatan seminar tersebut ditutup oleh MC, Baldatun Toiyiba. 

Share Artikel ini :